Jumat, 16 Agustus 2013

Makanan Sehari-hari



Garo Narija, nama seorang anak laki-laki yang baru lulus dari taman kanak-kanak dan ingin berlanjut sekolah ketingkat selanjutnya yaitu SD. Garo diterima bersekolah di Maidan,  pada tanggal 19 juli tahun 2010 Garo masuk sekolah dikelas 1B dan ia melihat wajah-wajah baru dikelasnya. Wali kelas yaitu bapak guru Baduz memasuki ruangan kelas dengan senyum ramah sambil memberi salam “Assalamualaikum anak-anak?”, “walaikum salam bapak guruu” Saut anak-anak. Karena pertemuan pertama, pak Baduz ingin sekali kenal sama satu lain murid kelasnya. Ketika semua saling kenal Garo pun sangat senang sudah mengenali teman-temannya, yaa walaupun belum hapal semuanya tapi Garo sangat bersyukur bisa saling kenal. Sudah 4 hari Garo belajar di sekolah itu dan ia sudah mempunyai 4 sahabat baik yang bernama Sehasa, Taza, Ahul dan Upray. Mereka berlima sungguh kompak sampai-sampai kalau ada tugas kelompok juga berlima.

Mereka berlima selalu bermain bersama, tapi ketika kelas 3 SD mereka tidak sekompak dulu lagi. Waktu berjalan dan satu persatu sahabat Garo menjauhinya karena bentuk tubuhnya yang gemuk, akhirnya Garo pun sendiri. Kehidupan Garo di sekolah tidak menyenangkan lagi, setiap Garo bertemu dengan teman-temannya tidak ada kata untuk temannya tidak meledek tubuhnya Garo. Mulai dari kelas 4 SD Garo sebangku dengan perempuan bernama Gime, mereka berdua suka saling bertukar cerita dan saling membagi. Satu persatu teman perempuan Garo bertambah karena ia dekat dengan Gime, Garo pun senang dan ia tidak peduli kalau temannya hanya perempuan saja karena bagi Garo manusia itu sama. Teman laki-laki Garo menganggap Garo itu Girly Boy (sebenarnya bukan), tapi Garo tidak memperdulikan apapun yang di kata oleh teman-temannya.

Garo cukup beruntung bisa mengenal Gime karena ketika Gime ulang tahun yang ke 10, Gime mengundang  19 org teman dekatnya. 16 perempuan dan 3 laki-laki termasuk Garo, orang tua Gime tergolong orang yang mempunyai harta berlimpah  sebab ia saudaranya yang seorang artis. Gime menyewa tempat The Buffet untuk acara ulang tahunnya, acara ulang tahun itu terasa lama karena canda dan tawa menyelimuti mereka semua. Acara itu membuat mereka merasa sangat puas, besoknya di sekolah teman-teman sekelas yang tidak diundang iri kepada Garo yang diundang ke acara ulang tahun Gime yang meriah itu. Teman sekelas Garo yang bernama Ridit adalah orang yang sombong dan suka mengerjai orang lain, Ridit dan teman segengnya itu mengerjai dan menakuti Garo karena iri Garo mendapatkan kesenangan yang di beri Gime.

Otomatis Garo merasa tersiksa juga risih kalau bertemu dengan gengnya Ridit. tiba-tiba Gime dan teman perempuan yang lain menjauhi Garo tanpa alasan, Garo pun bingung kenapa tidak ada yang mau di ajak bicara juga bercanda lagi dengannya. Kejadian masa lalu terluang lagi, kejadian yang menimbulkan sakit di hati. Memang kalau sakit seperti batuk, pusing atau sakit di fisik lainnya mungkin bisa di sembuhkan karena ada obatnya, tapi kalau sakit di hati itu susah sembuh bahkan tidak ada obatnya. Sakit di hati mungkin bisa di sembuhkan karena ada seseorang yang bisa mengerti orang yang lagi menderita itu, tapi kalau tidak ada orang yang bisa mengerti keadaannya.. akan timbul rasa permusuhan dan dendam.

Waktu berjalan dengan cepat, Garo sekarang berada di tingkat paling atas di SD bisa di bilang kelas 6 SD. Garo sudah tidak percaya dengan orang lain yang perhatian terhadapnya, baginya perhatian orang lain terhadap Garo adalah awal dari sakit hati yang lebih dalam. Yaa.. seperti biasanya setiap hari Garo di olok oleh teman-temannya, walaupun begitu Garo sudah akrab dengan kata-kata itu.Garo juga tetap tegar menanggapinya ya walaupun ada rasa dendam ia tetap menerimanya, hanya karena berat badan Garo yang tidak sesuai dengan temannya atau gemuk ia harus menerimanya. Di olok, di ganggu, di caci, di anggap bukan siapa-siapa, di kucilkan, di pojokan. Itulah makanan sehari-hari Garo selama bersekolah di Maidan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar